Menjelang Natal dan Tahun Baru, Harga Minyak Tanah di NTT Melambung Tinggi, Stok Terbatas

- Sabtu, 26 November 2022 | 01:51 WIB
Kelangkaan minyak tanah di NTT menjelang periode Natal 25 Desember 2022 dan Tahun Baru 1 Januari 2023 || Foto: ANTARA
Kelangkaan minyak tanah di NTT menjelang periode Natal 25 Desember 2022 dan Tahun Baru 1 Januari 2023 || Foto: ANTARA

nttmediaexpress.com | Menjelang Hari Raya Natal 25 Desember 2022 dan Tahun Baru 1 Januari 2023 alias Nataru, harga minyak tanah di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melambung tinggi.

Melonjaknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis minyak tanah itu disebut terjadi sebagai dampak atas kebijakan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) yang sengaja membatasi kuota distribusi minyak tanah di NTT.

Baca Juga: Update Informasi Harga Kebutuhan Pokok di NTT Menjelang Natal dan Tahun Baru

Selain lonjakan harga minyak tanah yang tinggi, stok minyak tanah di kota Kupang bahkan sangat langkah. Memasuki Minggu keempat Bulan November 2022, tercatat harga minyak tanah di Kota Kupang naik tiga kali lipat dari harga sebelumnya.

Sebelumnya, harga minyak tanah hanya Rp 5.000/liter (lima ribu rupiah per liter). Memasuki periode Nataru, harga minyak tanah mencair Rp 15.000/liter (lima belas ribu per liter). Terjadi kenaikan sebesar Rp 10.000/liter (sepuluh ribu rupiah per liter).

"Sekarang susah cari minyak tanah walaupun dapat, harganya sudah sampai Rp15.000 per liter," ungkap Gerry, warga Kecamatan Alak, Kota Kupang, Kamis (24/11/2022), mengutip ANTARA.

Baca Juga: Direktur Kredit Bank NTT Paulus Stefen Messakh Dinobatkan Sebagai The Next Top Leader 2022

Kelangkaan minyak tanah di kota Kupang diketahui berlangsung selama dua pekan terakhir. Sejumlah warga terpaksa harus mengantri untuk mendapatkan pasokan kebutuhan minyak tanah rumah tangga.

Meski demikian ketersediaan stok minyak tanah di tempat pengisian tidak bertahan hingga sore hari. Stok minyak tanah cepat habis, karena banyak warga yang membeli dalam jumlah yang banyak.

"Sudah lama saya dan keluarga pakai minyak tanah. Sekarang mau pakai gas, takut. Kemudian harga gas juga mahal sekali bisa sampai Rp 230.000 per tabung, untuk ukuran 12 kilogram," ungkap Gerry.

Halaman:

Editor: Yohanes Marto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Desa Mata Wae Dalam Bingkai Toleransi

Selasa, 27 Desember 2022 | 17:02 WIB
X