• Rabu, 27 September 2023

Tolak Penetapan Tersangka, Ribuan Simpatisan Lukas Enembe padati Kota Jayapura

- Selasa, 20 September 2022 | 21:44 WIB
Ribuan masyarakat Papua menggelar aksi demonstrasi menolak penetapan tersangka Lukas Enembe ][Foto : papua. Com]
Ribuan masyarakat Papua menggelar aksi demonstrasi menolak penetapan tersangka Lukas Enembe ][Foto : papua. Com]

Nttmediaexpreas.com - Ribuan masyarakat Papua menggelar aksi demonstrasi pada Selasa (20/9/2022). Massa menolak keras penetapan tersangka Lukas Enembe oleh Komisi Pemberantasan korupsi (KPK).

Ribuan massa simpatisan Lukas Enembe yang datang dari sejumlah daerah itu memaksakan diri masuk ke Kota Jayapura.

Menurut mereka, penetapan tersangka terhadap Lukas Enembe merupakan sebuah bentuk kriminalisasi. Oleh karenanya mereka menolak kehadiran KPK di Papua.

Dilansir dari detik.com, massa yang mendukung Lukas Enembe itu datang menggunakan mobil pribadi, truk, sepeda motor, bahkan dengan berjalan kaki. Mereka mencoba memasuki Kota Jayapura sejak pukul 08.49 WIT.

Aparat sempat memblokade titik kumpul massa guna menghindari penumpukan massa. Akibatnya, massa simpatisan Lukas Enembe dari Sentani ditahan di Lapangan Theys, massa dari Kamp Wolker ditahan di depan kampus Universitas Cenderawasih (Uncen).

Sementara itu, simpatisan dari Abepura ditahan di Lingkaran Abepura, sedangkan massa yang berkumpul di Expo Waena melakukan orasi sambil meneriaki tolak KPK di Papua.

Koordinator aksi, Asri Gombo, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan massa di Kota Jayapura mengenai aksi. Dia mengatakan massa bersama-sama pihak keamanan akan menjaga keamanan aksi.

"Kami bagian dari massa aksi. Tetap jaga keamanan, jangan sampai keluar dari itu," ujar Asri Gombo.

Dilansir CNNIndonesia.com, warga diimbau untuk membatasi aktivitas di luar rumah lantaran ada aksi demo bertajuk Save Lukas Enembe tersebut.

"Situasi saat ini di sekitar tempat tinggal saya sepi hampir tidak ada aktivitas warga, jalanan juga sepi kemungkinan orang-orang stay di dalam rumah semua," kata salah satu pegawai kantor pemerintahan di Jayapura, dilamar dari CNNIndonesia.com, Selasa (20/9).

Tak hanya itu, pegawai kantor-kantor pemerintahan juga diminta untuk bekerja dari rumah atau work from home (wfh) 100 persen.

"Iya [ada imbauan untuk wfh] kemarin kalau di kantor saya ada imbauan untuk wfh 100 persen," kata dia.

Aksi demonstrasi besar-besaran yang diikuti ribuan simpatisan Lukas dimulai dengan long march dari Waena Expo menuju ke pusat kota Jayapura. Aksi bela Lukas itu rencananya akan digelar di kantor Gubernur Papua dan kantor DPRD.

"Demo pusatnya di kantor Gubernur sama DPRD," ujarnya.

Pada 12 September lalu, simpatisan sempat mendatangi Mako Brimob Kotaraja, Papua, saat Lukas Enembe dijadwalkan menjalani pemeriksaan oleh KPK. Namun, Lukas tidak hadir dalam pemeriksaan itu.

Halaman:

Editor: Yohanes Marto

Tags

Terkini

Ada Apa? Gus Miftah Temui Khofifah di Surabaya

Senin, 25 September 2023 | 23:52 WIB
X