• Minggu, 25 September 2022

Berikut adalah Hasil Investigasi Komnas HAM yang Disampaikan ke Pemerintah

- Kamis, 15 September 2022 | 10:07 WIB
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damani menyampaikan Laporan hasil investigasi kasus pembunuhan berencana brigadir Josua yang diterima langsung oleh Menteri koordinator politik, hukum dan Ham (Menkopolhukam)  Mahfud MD di Jakarta pada Senin (12/09/2022). ][Foto : istimewa]
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damani menyampaikan Laporan hasil investigasi kasus pembunuhan berencana brigadir Josua yang diterima langsung oleh Menteri koordinator politik, hukum dan Ham (Menkopolhukam) Mahfud MD di Jakarta pada Senin (12/09/2022). ][Foto : istimewa]

Nttmediaexpress.com - Komisi Hak Asasi Manusia dan Komnas Perempuan menyerahkan laporan hasil investigasi kasus pembunuhan berencana yang menewaskan brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Laporan itu diterima langsung oleh Menteri koordinator politik, hukum dan Ham (Menkopolhukam) Mahfud MD di Jakarta pada Senin (12/09/2022).

Ketua HAM">Komnas HAM Ahmad Taufan Damani menyampaikan dasar hukum investigasi yang dilakukan pihaknya ialah UU Nomor 39 tahun 1999 Tentang HAM yang memberikan wewenang khusus bagi HAM">Komnas HAM untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus - kasus atau isu - isu tertentu.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menkopolhukam mewakili pemerintah karena sesuai dengan UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, untuk isu-isu atau kasus-kasus HAM tertentu yang diselidiki HAM">Komnas HAM memang ada kewajiban dalam UU tersebut untuk kami menyerahkan laporan kepada Presiden RI dalam hal ini diwakili Bapak Menkopolhukam dan DPR RI, kattanya saat memberikan keterangan pers di Kantor Kemenkopolhukam.

Ketua Komnas HAM">Komnas HAM menyampaikan pihaknya telah melakukan investigasi secara menyeluruh termasuk mendapat keterangan dari pihak yang terlibat.

Dalam investigasinya, komnas HAM menemukan fakta adanya Extra Judicial Killing Obstruction of justice dalam tindak pidana pembunuhan berencana yang menewaskan brigadir Josua.

"Dari seluruh penelusuran, investigasi, pengumpulan data, fakta, permintaan keterangan yang sudah kami lakukan, kami berkesimpulan bahwa telah terjadi
Extra Judicial Killing yang dilakukan oleh saudara FS terhadap almarhum brigadir Josua" ungkapnya.

HAM">Komnas HAM juga menemukan adanya tindakan obstruction of justice yang dilakukan oleh sejumlah anggota kepolisian untuk menyelamatkan Ferdy Sambo dari jeratan hukum.

"Kedua, kesimpulan kami, yang kami sangat yakini adalah telah terjadi secara sistematik apa yang kita sebut sebagai obstruction of justice yang sekarang sedang ditangani Penyidik ataupun Timsus Mabes Polri," ucapnya.

Dari temuanya itu HAM">Komnas HAM berkeyakinan bahwa penerapan pasal 340 KUHP oleh penyidik terhadap teesangka sudah tepat.

Halaman:

Editor: Yohanes Marto

Tags

Terkini

Polda Riau Amankan 16 Tersangka Komplotan Narkoba

Selasa, 20 September 2022 | 11:23 WIB

Banding ditolak, Ferdy Sambo Resmi di Pecat

Senin, 19 September 2022 | 20:01 WIB

Tidak Cukup Bukti, Bjorka Palsu di Pulangkan

Minggu, 18 September 2022 | 10:29 WIB

Kesaksian Bripka RR Terkait Tragedi Berdarah Duren Tiga

Sabtu, 17 September 2022 | 11:21 WIB

Viral, Polisi Pukul Tentara Tanpa Sebab

Kamis, 15 September 2022 | 13:39 WIB

Hacker Bjorka Bocorkan Data Kematian Munir

Senin, 12 September 2022 | 14:48 WIB
X