• Minggu, 25 September 2022

Lukas Enembe Jadi Tersangka Dugaan Penyuapan dan Gratifikasi

- Selasa, 13 September 2022 | 12:21 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai tersangka kasus dugaan penyuapan dan gratifikasi pada 5 september 2022.][Foto : Istimewa]
Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai tersangka kasus dugaan penyuapan dan gratifikasi pada 5 september 2022.][Foto : Istimewa]

Nttmediaexpress.com - Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai tersangka kasus dugaan penyuapan dan gratifikasi pada 5 september 2022.

Kuasa hukum Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening menyampaikan klienya menjadi tersangka kasus penyuapan dan gratifikasi Rp. 1M

Roy mengungkapkan Penetapan tersangka terhadap gubernur Papua dilakukan tanpa melalui mekanisme yang telah ditetapkan sebab lukas Enembe tidak pernah dipanggil oleh KPK untuk dimintai keterangan.

"Saya mendapat informasi bahwa perkara ini sudah penyidikan, itu artinya sudah ada tersangka. Ada surat dari KPK, 5 September bapak gubernur sudah jadi tersangka, padahal pak gubernur sama sekali belum didengar keterangannya," kata Roy kepada wartawan di Mako Brimob Polda Papua.

Roy menegaskan KUHP menyatakan seseorang yang dijadikan sebagai tersangka harus ada dua alat bukti dan sudah diperiksa sesuai keputusan MK Nomor 21 tahun 2014.

"Kita menyayangkan sikap KPK yang tidak profesional seperti ini," sambung Roy.

Penetapan tersangka Lukas Enembe berkaitan dengan biaya pengobatan dirinya di Singapura pada maret 2020 sebesar Rp. 1 Miliar.

"Uang itu dikirim Mei 2020 karena pak gubernur mau berobat. Kalau dibilang kriminalisasi, iya kriminalisasi karena memalukan seorang gubernur menerima gratifikasi Rp 1 miliar, gratifikasi kok melalui transfer, memalukan," tuturnya.

Roy menambahkan sebelumnya Lukas Enembe memang pernah dipanggil KPK tetapi dalam perkara yang berbeda.

"Panggilan itu ada tapi bukan perkara ini karena deliknya Pasal 3 bukan Pasal 5, 11 dan 12 tentang gratifikasi, tapi itu kaitannya dengan penyelidikan, saat itu bapak sedang sakit jadi tidak bisa hadir," tambahnya.

Halaman:

Editor: Yohanes Marto

Tags

Terkini

Polda Riau Amankan 16 Tersangka Komplotan Narkoba

Selasa, 20 September 2022 | 11:23 WIB

Banding ditolak, Ferdy Sambo Resmi di Pecat

Senin, 19 September 2022 | 20:01 WIB

Tidak Cukup Bukti, Bjorka Palsu di Pulangkan

Minggu, 18 September 2022 | 10:29 WIB

Kesaksian Bripka RR Terkait Tragedi Berdarah Duren Tiga

Sabtu, 17 September 2022 | 11:21 WIB

Viral, Polisi Pukul Tentara Tanpa Sebab

Kamis, 15 September 2022 | 13:39 WIB

Hacker Bjorka Bocorkan Data Kematian Munir

Senin, 12 September 2022 | 14:48 WIB
X