• Minggu, 4 Desember 2022

Dirut BPJS Mengatakan Data JKN Sangat Penting Dalam Mendukung Kesehatan di Daerah

- Sabtu, 2 April 2022 | 09:51 WIB
Direktur Utama Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Ghufron Mukti dalam Seminar Lokakarya Nasional ADINKES, yang digelar virtual, Rabu, (30/03/2022). || Dok. BPJS
Direktur Utama Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Ghufron Mukti dalam Seminar Lokakarya Nasional ADINKES, yang digelar virtual, Rabu, (30/03/2022). || Dok. BPJS

Jakarta Express - Pemanfaatan big data pada program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN KIS) berperan penting dalam mendukung kesehatan di tingkat daerah se-Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama (Dirut) Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Ghufron Mukti dalam Seminar Lokakarya Nasional oleh ADINKES, yang digelar secara virtual, pada Rabu, (30/03/2022).

Data yang dimiliki oleh BJPS Kesehatan, jelas Ghufron, merupakan big data yang menjadi poin krusial dalam penyelenggaraan program JKN KIS. Data tersebut bisa dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat umum hingga pemerintah daerah untuk membangun ekosistem kesehatan yang baik," ungkap Ghufron Mukti.

Dengan begitu, pengelolaan big data yang baik di tingkat daerah, kata Ghufron, mendorong BPJS Kesehatan menciptakan tata kelola data yang berkelanjutan sehingga data bisa digunakan oleh seluruh peserta program JKN KIS.

Ghufron menyampaikan, BPJS Kesehatan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengakses data terkait pengelolaan Program JKN KIS melalui Dashboard JKN. 

Data yang ditampilkan diantaranya berupa cakupan pencapaian kepesertaan JKN KIS profil kepesertaan, fasilitas kesehatan yang bekerja sama dan data pemanfaatan pelayanan kesehatan di masing-masing daerah.

BPJS kesehatan juga memiliki dashboard yang bisa diakses oleh para pemangku kepentingan, seperti Kementerian dan Lembaga Pemerintah Daerah di tiap-tiap kabupaten/kota. Selain itu, BPJS Kesehatan juga melaksanakan fungsi dan tugas PPID untuk proses permintaan data.

Menurutnya, hingga saat ini, banyak para peneliti, baik dari akademisi maupun para praktisi, telah memanfaatkan data sampel BPJS Kesehatan untuk kepentingan data penelitian di bidang kesehatan.

Ghufron Mukti menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan sudah meluncurkan Jurnal JKN untuk mendokumentasikan karya ilmiah yang telah dilakukan baik secara nasional maupun internasional dalam bentuk digital.

"Harapannya, dengan upaya keterbukaan informasi dan data BPJS Kesehatan akan membantu Pemerintah Daerah dalam menyusun dan membuat rekomendasi kebijakan Program JKN KIS sehingga dapat membangun sistem kesehatan yang baik di daerah,” jelas Ghufron.

Ghufron melanjutkan, dalam ekosistem JKN, seluruh sistem pelayanan diterapkan oleh fasilitas kesehatan sudah terintegrasi ke dalam JKN Integrated Care. Di awali dari peserta mengakses aplikasi Mobile JKN untuk mengambil antrian yang telah terintegrasi di sistem Primary Care pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) hingga pemberian pelayanan di rumah sakit.

Halaman:

Editor: Yohanes Marto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Zulfan Lindan Sebut Surya Paloh Tidak Paham Ideologi

Senin, 28 November 2022 | 20:24 WIB

SBY - Megawati duduk satu meja, politik memang dinamis

Kamis, 17 November 2022 | 10:01 WIB
X