• Selasa, 16 Agustus 2022

Derita Tak Kunjung Usai, Warga Matim Lagi-lagi Menggotong Jenazah Seberangi Kali

- Minggu, 3 Juli 2022 | 15:59 WIB
Tangkapan layar dari cuplikan video amatir berdurasi 46 detik yang memperlihatkan  warga dari Desa Lidi, Kecamatan Rana Mese, Manggarai Timur (Matim) NTT, menggotong keranda jenazah seberangi kali Wae Musur, Jumat (1/7/2022). || Dok. Istimewa.
Tangkapan layar dari cuplikan video amatir berdurasi 46 detik yang memperlihatkan warga dari Desa Lidi, Kecamatan Rana Mese, Manggarai Timur (Matim) NTT, menggotong keranda jenazah seberangi kali Wae Musur, Jumat (1/7/2022). || Dok. Istimewa.

NTT Express, MATIM - Pada hari Jumat sore (1/7/2022), beredar cuplikan video amatir berdurasi 46 detik, memperlihatkan sekelompok warga dari Desa Lidi, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) NTT, menggotong keranda jenazah menyeberangi kali Wae Musur menuju rumah duka jauh di seberang kali tersebut.

Baca Juga: Bupati Agas Berkomitmen Kembangkan Sorgum Menjadi Pangan Alternatif Atasi Stunting

Baca Juga: DPD PAN Rekomendasikan Heremias Dupa Isi Kursi Wabup Manggarai Timur

Seorang warga Desa Lidi, Teo Pamput, menerangkan bahwa keranda jenazah yang digotong menyeberangi kali Wae Musur pada Rabu sore itu adalah jenazah seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) asal Desa Lidi.

Warga dari kampung Lidi terpaksa harus menggotong keranda jenazah itu karena mobil ambulance milik RSUD Ben Mboi Ruteng tidak bisa melintas di tengah derasnya arus banjir kali Wae Musur.

"Beliau pensiunan PNS, meninggal di RSUD Ben Boi Ruteng tadi malam. Tadi kita terpaksa gotong jenazahnya pakai kayu untuk bisa lewat kali," ungkap Teo Pamput saat dihubungi oleh Wartawan.

Baca Juga: Dorong Pemulihan Pariwisata Pasca Pandemi, Disparbud MATIM Gelar Rapat Temu Mitra Pelaku Wisata

Teo mengatakan mengaku, langkah warga menggotong jenazah almarhum pada saat itu, dilakukan penuh kehati-hatian. Sebab, arus sungai begitu deras. Langkah mereka bahkan terjebak pada kedalaman tertentu di tengah arus banjir.

"Puji Tuhan, warga bisa gotong jenazah almarhum melewati arus sungai dengan aman," ujarnya.

Halaman:

Editor: Yohanes Marto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X