Pelajar SMAN II Komodo Bicara HAM dan Aborsi dalam Perspektif Islam Vs Katolik

- Jumat, 26 Agustus 2022 | 13:35 WIB
Siswa-siswi SMAN II Komodo Labuan Bajo menggelar seminar akademik bertajuk Upaya Penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) dan Aborsi dalam Perspektif Islam Vs Katolik, berlangsung di Aula SMAN II Komodo, Kamis (25/08/2022). || Foto: Frein Raden (nttmediaexpress.com // Frein R.)
Siswa-siswi SMAN II Komodo Labuan Bajo menggelar seminar akademik bertajuk Upaya Penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) dan Aborsi dalam Perspektif Islam Vs Katolik, berlangsung di Aula SMAN II Komodo, Kamis (25/08/2022). || Foto: Frein Raden (nttmediaexpress.com // Frein R.)

nttmediaexpress.com | LABUAN BAJO - Para pelajar multi agama di SMA Negeri II Komodo Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, menggelar seminar akademik bertajuk, "Upaya Penegakan Hak Asasi Manusia dan Aborsi dalam Kacamata Katolik dan Islam" berlangsung di SMAN II Komodo, Kamis (25/08/2022).

Kegiatan itu merupakan implementasi dari program satu semesteran sekolah, "Guru dan Murid Berbagi" yang diinisiasi oleh para guru bersama peserta didik SMAN II Komodo serta dijalankan sekali dalam setiap Semester.

Baca Juga: Kepala BNPT Ajak Milenial Berkontribusi Menjadi Duta Damai Cegah Terorisme dan Intoleransi

Menariknya adalah pada kegiatan seminar tersebut siswa-siswi diberikan kesempatan untuk menjadi pemateri. Mereka terdiri dari pelajar multi agama yaitu Islam dan Katolik berkolaborasi ide serta gagasan tentang HAM dan Aborsi dalam perspektif ajaran agama masing-masing.

Sedangkan peserta kegiatannya adalah terdiri dar siswa-siswi kelas X, XI, dan XII. Kegiatan akademik sekolah kali ini peserta didik SMAN II Komodo yang beragama Islam dan Katolik dibimbing oleh guru agama dan PKN membahas persoalan HAM dan praktek aborsi yang marak terjadi ditengah masyarakat khususnya pada kaum remaja.

Baca Juga: Petrus Selestinus: Khilafatul Muslimin di Kota Labuan Bajo, Fenomena Gunung Es Gerakan Khilafah di NTT

Nadia, salam situ siswi kelas X SMAN II Komodo yang menjadi salah satu pemateri dalam seminar tersebut mengaku sangat bangga karena diberi kesempatan untuk menjadi pemateri serta tampil sebagai pembicara di hadapan teman-teman serta para guru di sekolah itu.

Selain itu, Ia juga merasa bangga bahwa bisa berkolaborasi dengan kakak kelasnya dan para guru, "Saya bangga dengan diri saya dan teman-teman karena bisa tampil dan membawakan seminar akademik. Ini merupakan prestasi besar buat saya," kata Nanda.

Baca Juga: Gerakan Khilafahtul Muslimin Mulai Masuk Pulau Flores Nusa Tenggara Timur

"Saya juga berterima kasih kepada para guru dan kepala sekolah sudah membuka ruang bagi kami para peserta didik untuk mengembangkan kemampuan literasi kami dan karakter kami sebagai seorang siswa dan generasi penerus bangsa. Semoga kesempatan ini terus ada buat kami semua para peserta didik," tukas Nadia.

Halaman:

Editor: Yohanes Marto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X