• Minggu, 25 September 2022

Aryni Trismaya dan Kain Tenun Manggarai Timur di Panggung IFW 202/

18 April 2022
NTT Express, Jakarta - Aryni Trismaya, seorang desainer lokal dari Kabupaten Manggarai Timur (Matim) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil membawa kain tenun khas Manggarai Timur melalui karya fashionnya yang ditampilkan pada ajang Indonesia Fashion Week atau IFW 2022 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, (13 April hingga 17 April 2022).

Treasure of the Magnificent Borneo adalah tema yang dipilih oleh Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) selaku penyelenggara utama panggung fashion atau IFW 2022 di JCC.

Tema tersebut merupakan rangkaian tema pagelaran IFW 2020 yang sempat tertunda akibat Pandemi Covid-19. Pagelaran IFW 2022 di JCC Senayan itu diikuti oleh 300 designer lokal dari tingkat Kabupaten/Kota yang mewakili tiap Provinsi se-Indonesia.

Adapun kategori busana yang ditampilkan pada IFW 2022 diantaranya yaitu ready to wear, conventional, kontemporer dan modest fashion. Pagelaran tersebut juga merupakan bentuk eksplorasi kekayaan tekstil tanah air terinspirasi dari pesona Kalimantan.

Khusus dari Provinsi NTT diwakili oleh 14 Designer dari beberapa kabupaten di NTT. Salah satunya adalah Aryni Trismaya, seorang seorang desainer atau perancang busana lokal mewakili Manggarai Timur di ajang IFW 2022.

Sebagai seorang desainer lokal mewakili Kabupaten Manggarai Timur pada ajang fashion bergengsi itu, Ia mengaku bangga. Panggung IFW 2022 jelasnya, merupakan kesempatan berharga untuk mengangkat citra kain tenunan NTT di khususnya dari Manggarai Timur pada ajang fashion show Nasional.


Aryni Trismaya juga mengungkapkan kebanggaannya karena telah mewakili Dekranasda Manggarai Timur di ajang IFW 2022. Ajang bergengsi tersebut merupakan kesempatan berharga karena bisa ambil bagian dalam mempromosikan kain tenun hasil karya intelektual ibu-ibu kelompok penenun Manggarai Timur lewat desain busana atau fashion etnik modern.

"Mengikuti ajang IFW 2022 merupakan suatu pengalaman luar biasa, merupakan suatu kebanggaan karena telah mewakili kelompok ibu-ibu penenun khususnya dari Manggarai Timur. Hasil karya intelektual mereka bisa dipromosikan di ajang fashion bergengsi yang diselenggarakan APPMI," ungkap Aryni Trismaya saat dihubungi oleh NTT Express, Senin (18/04/2022).

Menurut Aryni Trismaya, Manggarai Timur memiliki kekayaan budaya yang tidak kalah indah dari daerah lain di Indonesia. Khasanah keindahan tersebut diantaranya alam, budaya, dan masyarakatnya Matim yang terkenal sangat ramah. Oleh karena itu, khazanah keindahan Manggarai Timur itu harus ditransmisikan ke dalam ragam bentuk koleksi - aksesori.

"Kita di Manggarai Timur memiliki potensi penenun tradisional dengan jumlah sangat banyak. Mereka menghasilkan tenunan dengan corak motif terbaik. Sayangnya mereka belum melihat kecenderungan mode atau fashion saat ini. Itu yang kita ubah agar nilai jual produk tenunan kita lebih baik," ungkap Aryni Trismaya.

"Jika biasanya mayoritas penenun kita menghasilkan selembar kain tenunan lalu dijual dengan patokan harga biasa, maka kita coba mengubah hal itu. Kedepannya jangan jual produk yang jadi. Kita sediakan bahan setengah jadi agar bisa dirancang kembali oleh designer mengikuti trend fashion yang modern. Lokal tapi modern," jelasnya.

"Saya sebagai desainer lokal jelas sangat bangga para penenun kita dari Manggarai Timur. Mereka bisa menghasilkan motif tenun yang sangat disukai oleh banyak orang," jelas Aryni Trismaya.

Hal tersebut terbukti dengan antusias para penonton menyaksikan lenggak-lenggok para model fashion di atas panggung IFW 2022 memamerkan busana etnik bermotif tenunan khas Manggarai Timur.

"Kita melihat kemarin antusias penonton ketika melihat desain fashion bermotif tenunan Manggarai - Manggarai Timur khususnya, sangat antusias. Sangatlah bangga. Bahwa motif warna warni yang rapi dan kualitas kainnya dibandingkan dengan daerah lainnya.

Desainer lokal yang telah mengangkat citra kain tenun ikat Manggarai Timur di panggung IFW 2020 itu menjelaskan bahwa ciri khas dan daya tarik kain tenunan Manggarai Timur yaitu kualitas kain dan corak warna warni motif yang sangat indah.

"Dari kerapatan kain, dari warna itu sangat bagus untuk Manggarai Timur. Bahkan salah satu teman Saya, seorang desainer lokal dari Ngada memuji kualitas tenun Manggarai Timur," jelas Aryni Trismaya.

"Saya juga sangat gangga sekali karena kain tenun Manggarai Timur dipuji diatas panggung IFW 2022 di Jakarta. Sebagai perwakilan Dekranasda, sekali lagi saya
sangat berterima kasih kepada Ibu Ketua Dekranasda Manggarai Timur yang telah mengutus saya wakili Manggarai Timur di ajang IFW," ungkapnya.

"Saya tidak bisa sampai ke panggung IFW 2020 jika tanpa dukungan Dekranasda. Saya tidak bisa berjuang sendiri promosi fashion tenunan Manggarai Timur sejauh itu. Saya didukung oleh Dekranasda," tuturnya.***
NTT Express, Jakarta - Aryni Trismaya, seorang desainer lokal dari Kabupaten Manggarai Timur (Matim) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil membawa kain tenun khas Manggarai Timur melalui karya fashionnya yang ditampilkan pada ajang Indonesia Fashion Week atau IFW 2022 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, (13 April hingga 17 April 2022).

Treasure of the Magnificent Borneo adalah tema yang dipilih oleh Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) selaku penyelenggara utama panggung fashion atau IFW 2022 di JCC.

Tema tersebut merupakan rangkaian tema pagelaran IFW 2020 yang sempat tertunda akibat Pandemi Covid-19. Pagelaran IFW 2022 di JCC Senayan itu diikuti oleh 300 designer lokal dari tingkat Kabupaten/Kota yang mewakili tiap Provinsi se-Indonesia.

Adapun kategori busana yang ditampilkan pada IFW 2022 diantaranya yaitu ready to wear, conventional, kontemporer dan modest fashion. Pagelaran tersebut juga merupakan bentuk eksplorasi kekayaan tekstil tanah air terinspirasi dari pesona Kalimantan.

Khusus dari Provinsi NTT diwakili oleh 14 Designer dari beberapa kabupaten di NTT. Salah satunya adalah Aryni Trismaya, seorang seorang desainer atau perancang busana lokal mewakili Manggarai Timur di ajang IFW 2022.

Sebagai seorang desainer lokal mewakili Kabupaten Manggarai Timur pada ajang fashion bergengsi itu, Ia mengaku bangga. Panggung IFW 2022 jelasnya, merupakan kesempatan berharga untuk mengangkat citra kain tenunan NTT di khususnya dari Manggarai Timur pada ajang fashion show Nasional.


Aryni Trismaya juga mengungkapkan kebanggaannya karena telah mewakili Dekranasda Manggarai Timur di ajang IFW 2022. Ajang bergengsi tersebut merupakan kesempatan berharga karena bisa ambil bagian dalam mempromosikan kain tenun hasil karya intelektual ibu-ibu kelompok penenun Manggarai Timur lewat desain busana atau fashion etnik modern.

"Mengikuti ajang IFW 2022 merupakan suatu pengalaman luar biasa, merupakan suatu kebanggaan karena telah mewakili kelompok ibu-ibu penenun khususnya dari Manggarai Timur. Hasil karya intelektual mereka bisa dipromosikan di ajang fashion bergengsi yang diselenggarakan APPMI," ungkap Aryni Trismaya saat dihubungi oleh NTT Express, Senin (18/04/2022).

Menurut Aryni Trismaya, Manggarai Timur memiliki kekayaan budaya yang tidak kalah indah dari daerah lain di Indonesia. Khasanah keindahan tersebut diantaranya alam, budaya, dan masyarakatnya Matim yang terkenal sangat ramah. Oleh karena itu, khazanah keindahan Manggarai Timur itu harus ditransmisikan ke dalam ragam bentuk koleksi - aksesori.

"Kita di Manggarai Timur memiliki potensi penenun tradisional dengan jumlah sangat banyak. Mereka menghasilkan tenunan dengan corak motif terbaik. Sayangnya mereka belum melihat kecenderungan mode atau fashion saat ini. Itu yang kita ubah agar nilai jual produk tenunan kita lebih baik," ungkap Aryni Trismaya.

"Jika biasanya mayoritas penenun kita menghasilkan selembar kain tenunan lalu dijual dengan patokan harga biasa, maka kita coba mengubah hal itu. Kedepannya jangan jual produk yang jadi. Kita sediakan bahan setengah jadi agar bisa dirancang kembali oleh designer mengikuti trend fashion yang modern. Lokal tapi modern," jelasnya.

"Saya sebagai desainer lokal jelas sangat bangga para penenun kita dari Manggarai Timur. Mereka bisa menghasilkan motif tenun yang sangat disukai oleh banyak orang," jelas Aryni Trismaya.

Hal tersebut terbukti dengan antusias para penonton menyaksikan lenggak-lenggok para model fashion di atas panggung IFW 2022 memamerkan busana etnik bermotif tenunan khas Manggarai Timur.

"Kita melihat kemarin antusias penonton ketika melihat desain fashion bermotif tenunan Manggarai - Manggarai Timur khususnya, sangat antusias. Sangatlah bangga. Bahwa motif warna warni yang rapi dan kualitas kainnya dibandingkan dengan daerah lainnya.

Desainer lokal yang telah mengangkat citra kain tenun ikat Manggarai Timur di panggung IFW 2020 itu menjelaskan bahwa ciri khas dan daya tarik kain tenunan Manggarai Timur yaitu kualitas kain dan corak warna warni motif yang sangat indah.

"Dari kerapatan kain, dari warna itu sangat bagus untuk Manggarai Timur. Bahkan salah satu teman Saya, seorang desainer lokal dari Ngada memuji kualitas tenun Manggarai Timur," jelas Aryni Trismaya.

"Saya juga sangat gangga sekali karena kain tenun Manggarai Timur dipuji diatas panggung IFW 2022 di Jakarta. Sebagai perwakilan Dekranasda, sekali lagi saya
sangat berterima kasih kepada Ibu Ketua Dekranasda Manggarai Timur yang telah mengutus saya wakili Manggarai Timur di ajang IFW," ungkapnya.

"Saya tidak bisa sampai ke panggung IFW 2020 jika tanpa dukungan Dekranasda. Saya tidak bisa berjuang sendiri promosi fashion tenunan Manggarai Timur sejauh itu. Saya didukung oleh Dekranasda," tuturnya.***

Images Lainnya

X