• Minggu, 25 September 2022

Bongkar Sindikat Rokok Ilegal Butuh Kerja Ekstra Pemda dan Masyarakat

- Kamis, 30 Juni 2022 | 15:27 WIB
Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan  Republik Indonesia (Kemenkeu) berharap peran aktif Pemerintah Daerah (Pemda) bersama masyarakat untuk berpartisipasi dalam upaya membongkar sindikat rokok ilegal yang marak terjadi akhir-akhir ini. || Foto' Istimewa
Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu) berharap peran aktif Pemerintah Daerah (Pemda) bersama masyarakat untuk berpartisipasi dalam upaya membongkar sindikat rokok ilegal yang marak terjadi akhir-akhir ini. || Foto' Istimewa

NTT Express, MATIM - Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu) berharap Pemerintah Daerah (Pemda) bersama masyarakat untuk berpartisipasi dalam upaya membongkar sindikat peredaran rokok ilegal yang marak terjadi akhir-akhir ini.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai DJBC Kemenkeu, Hatta Wardhana keterangan resmi diperoleh NTT Media Express, Kamis, (30/06/2022).

Baca Juga: Tim Gabungan BNN Berhasil Gagalkan Penyelundupan 31 Kg Sabu dari Malaysia

Hatta mengatakan, partisipasi masyarakat diperlukan dalam menangkal peredaran barang ilegal yang berdampak pada kerugian negara. Ia menjelaskan bahwa cara untuk mengetahui apakah produk rokok disebut ilegal atau tidaknya, dapat dilakukan dengan cara mengecek pita cukai yang ada pada kemasan rokok.

Baca Juga: Akhirnya Kejagung Tetapkan 4 Tersangka Dugaan Korupsi Minyak Goreng

Pada awal Maret 2022, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan data penindakan terhadap tembakau dan rokok serta minuman keras (miras) ilegal tahun 2021 sebanyak 14.458 kasus. Jumlah itu disebut meningkat dari tahun sebelumnya yaitu sebanyak 9.766 kasus.

Data DJBC tersebut menunjukkan bahwa peredaran rokok/tembakau dan miras Ilegal di Indonesia mengalami peningkatan signifikan setiap tahun. Karena itu, DJBC berkomitmen ut merangkul Pemerintah Daerah (Pemda) dan pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dan bekerja sama dalam upaya menangkal peredaran rokok dan miras ilegal di masing-masing daerah.

Baca Juga: Kronologi Penetapan Tersangka Dugaan Korupsi Minyak Goreng

"Untuk mengetahui rokok ilegal dapat dilakukan dengan cara mengecek pita cukai yang ada pada kemasan rokok, yaitu rokok tanpa pita cukai, berpita cukai palsu, berpita cukai bekas yang bisa dikenali dengan memperhatikan adanya lipatan, sobekan, atau bekas lem tambahan pada pita cukai, berpita cukai tetapi salah personalisasi dan salah peruntukan yang diketahui dengan membandingkan nama perusahaan yang memproduksi terlihat pada bagian bawah atau samping kemasan rokok dengan kepemilikan pita cukai dapat dilihat dari kode personalisasi pada pita cukai," jelas Hatta.

Baca Juga: Begini Peran Masing-masing Tersangka Korupsi Minyak Goreng

Halaman:

Editor: Yohanes Marto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X