• Minggu, 4 Desember 2022

Sherpa Meeting di Labuan Bajo, Indonesia Dorong Negara G20 Kerja Bersama Atasi Krisis Global

- Minggu, 10 Juli 2022 | 17:22 WIB
Indonesia Dorong Dunia Kerja Bersama Atasi Krisis pada pembukaan 2nd Sherpa Meeting di Labuan Bajo, Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (10/7/2022). || Foto: Kominfo.
Indonesia Dorong Dunia Kerja Bersama Atasi Krisis pada pembukaan 2nd Sherpa Meeting di Labuan Bajo, Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (10/7/2022). || Foto: Kominfo.

NTT Express, LABUAN BAJO - Indonesia menegaskan pentingnya penguatan kembali semangat multilaterisme guna menghadapi tantangan yang sedang dihadapi dunia saat ini. Kenaikan harga energi dan komoditas pangan merupakan persoalan bersama yang perlu ditemukan solusi secara bersama guna mewujudkan pemulihan bersama (recover together) Pasca Pandemi Covid-19

Baca Juga: Produk UMKM NTT Dikenal Dunia Lewat Pertemuan Kedua Sherpa G20 di Labuan Bajo

 

Baca Juga: Pembangunan Destinasi Pariwisata Tana Mori di Labuan Bajo Dipastikan Sesuai Target

Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi, dalam sambutannya di pembukaan 2nd Sherpa Meeting di Labuan Bajo, Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (10/7/2022) mengatakan, semangat multilateralisme semakin meningkat di tengah tantangan kondisi global.

"Multilaterisme membutuhkan kepercayaan. Oleh karena itu, kita tidak memiliki pilihan selain memperkuat kepercayaan strategis dan saling menghormati di antara kita semua dan menjunjung tinggi nilai-nilai multilateralisme," kata Retno.

Baca Juga: Pertemuan TWG KTT G20 di Labuan Bajo Bahas Lima Pilar Aksi Pemulihan Wisata Global

Keberadaan Sherpa Meeting menjadi bagian penting guna memberikan masukan kebijakan bagi berbagai agenda yang dijalankan oleh negara-negara G20.  

Isu kenaikan harga pangan dan energi menjadi perhatian utama banyak negara saat ini. Kegagalan untuk mengatasi persoalan pangan dan krisis energi itu akan membawa dunia menghadapi bencana kemanusian karena banyak negara, utamanya berkembang dan miskin, akan terpukul.

Halaman:

Editor: Yohanes Marto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sejarah dan daftar negara anggota G20

Selasa, 15 November 2022 | 13:49 WIB

Konferensi P20 Menambah Optimisme Baru

Kamis, 6 Oktober 2022 | 17:00 WIB
X