• Minggu, 4 Desember 2022

Menteri BKPM: Forum G20 Perlu Atasi Ketimpangan Investasi Hijau

- Rabu, 6 Juli 2022 | 16:53 WIB
Di hadapan delegasi G20, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, menyebut ada ketimpangan dalam aliran investasi hijau antara negara maju dan negara berkembang. || Foto: Istimewa.
Di hadapan delegasi G20, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, menyebut ada ketimpangan dalam aliran investasi hijau antara negara maju dan negara berkembang. || Foto: Istimewa.

NTT Express, JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, menyebut ada ketimpangan dalam aliran investasi hijau antara Negara maju dan berkembang.

Hal tersebut disampaikannya dihadapan Delegasi G20 dalam pertemuan kedua Trade, Investment, and Industry Working Group (TIIWG)/The Second TIIWG Meeting di Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (6/7/2022).

Baca Juga: Pertemuan Negara G20 di Bali, Perkuat Solidaritas Atasi Krisis Global

"Saya katakan jujur dalam forum terhormat ini, ada ketidakadilan dalam aliran investasi antara negara maju dan berkembang dalam investasi di bidang energi hijau. Ini masih sangat timpang," ujar Bahlil Lahadalia.

Ia mengungkapkan, hanya satu perlima saja investasi energi hijau yang mengalir ke negara berkembang. "Dengan kata lain 2/3 dari total populasi dunia hanya mendapatkan 1/5 dari total investasi hijau," ucapnya.

Baca Juga: Direktur Jenderal WHO Menghadiri The 1st G20 Health Ministers Meeting G20 di Indonesia

Selain itu, Bahlil juga mengatakan harga jual beli kredit karbon (carbon credit) berasal dari proyek-proyek hijau yang bersumber dari negara maju diklaim jauh lebih mahal dibandingkan dari negara berkembang.

Bahlil menyebut, harga karbon negara berkembang senilai US$10, sementara negara maju US$100. Padahal, lanjutnya, dalam berbagai forum internasional, negara dunia sepakat menurunkan emisi rumah kaca.

Oleh karena itu, Menteri Investasi mendorong negara-negara G20 agar mengatur tata kelola harga karbon secara adil agar tidak ada ketimpangan yang signifikan dalam aliran investasi hijau.

Halaman:

Editor: Yohanes Marto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sejarah dan daftar negara anggota G20

Selasa, 15 November 2022 | 13:49 WIB

Konferensi P20 Menambah Optimisme Baru

Kamis, 6 Oktober 2022 | 17:00 WIB
X