• Minggu, 25 September 2022

Pertemuan Negara G20 di Bali, Perkuat Solidaritas Atasi Krisis Global

- Rabu, 6 Juli 2022 | 16:31 WIB
Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia Retno Marsudi menjelaskan, Forum FMM G-20 atau pertemuan Menlu negara anggota G-20 di Bali akan fokus membahas perkuat solidaritas atasi krisis energi dan pangan global. || Foto: Istimewa
Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia Retno Marsudi menjelaskan, Forum FMM G-20 atau pertemuan Menlu negara anggota G-20 di Bali akan fokus membahas perkuat solidaritas atasi krisis energi dan pangan global. || Foto: Istimewa

NTT Express, JAKARTA - Forum The G-20 Foreign Ministers Meeting (FMM) atau forum pertemuan para menteri luar negeri negara-negara anggota G-20 yang akan berlangsung di Bali, Rabu, 7 hingga 8 Juli 2022, akan fokus membahas isu-isu yang dilihat dari perspektif global dan aspek politik di tengah situasi dunia yang sangat tidak menentu.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, mengatakan Indonesia optimistis pertemuan tersebut akan menghasilkan masukan progresif yang akan menguatkan multilateralisme ataupun solidaritas antarnegara di tengah krisis yang sedang melanda dunia.

Baca Juga: Pertemuan TWG KTT G20 di Labuan Bajo Bahas Lima Pilar Aksi Pemulihan Wisata Global

"Situasi dunia memang sangat sulit saat ini, di sinilah kita perlu bekerja sama menjalankan komitmen untuk perdamaian dan kemanusiaan," ujar Menlu Retno Marsudi pada konferensi pers secara virtual seperti dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (6/7/2022).

Menlu RI juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada para koleganya yang telah menyampaikan komitmen dan konfirmasi untuk hadir, termasuk Menlu Tiongkok Wang Yi. Kehadirannya merupakan bagian dari rangkaian lawatannya ke negara-negara Asia Tenggara pada Juli ini.

Baca Juga: The 1st G20 Health Ministers Meeting, Bahas Kesiapan Ketahanan Kesehatan Global Hadapi Pandemi

"Beberapa negara yang akan dikunjungi, yaitu Myanmar, Indonesia, Filipina, Thailand, dan Malaysia," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Zhao Lijian.

Halaman:

Editor: Yohanes Marto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X