• Minggu, 4 Desember 2022

The Burning Monk: 1963 dan Jatuhnya Rezim Diem di Vietnam

- Selasa, 29 Maret 2022 | 19:35 WIB
Foto Jurnalistik Karya Malcolm Browne,
Foto Jurnalistik Karya Malcolm Browne,

FOTO EXPRESS - The Burning Monk: 1963, disebut-sebut sebagai titik balik jatuhnya Rezim Diem di Vietnam. The Burning Monk sendiri merupakan karya seorang Jurnalis Fotografi Amerika Serikat (AS) Malcolm Wilde Browne.

Karya Jurnalis Malcolm Wilde Browne itu, Ia berhasil mengabadikan cahaya dari objek gambar Tich Kwong Duuk seorang pendeta yang membakar dirinya sebagai bentuk protes terhadap kepemimpinan atau Rezim Diem yang terkenal diktator.

Sebagai terekam dalam kamera Malcolm Browne, pendeta itu terlihat membakar dirinya sampai mati di persimpangan jalan di Saigon, Ho Chi Minh City, Vietnam pada tanggal 11 Juni 1963. Karya foto tersebut diberi nama The Burning Monk: 1963. Karya jurnalistik tersebut berhasil meraih banyak penghargaan.

Tich Kwong Duuk, pria kelahiran Lam Van Tuc, Vietnam, pada tahun 1897 itu adalah seorang biksu Buddha Mahayana. Aksi bakar diri rohaniawan Budha yang berhasil diabadikan oleh Browne, dilakukan untuk menentang penganiayaan terhadap kaum Budha, oleh pemerintahan Katolik Roma di Vietnam Selatan.

Gejolak politik tahun 1963 itu lebih dikenal dengan sebutan krisis Budha di Vietnam, yang terjadi selama periode panjang masa kepemimpinan Presiden pertama Republik Vietnam, Ngo Dihn Diem Jean Baptiste, yaitu sejak tahun 1955 sampai tahun 1963.

Peristiwa mengejutkan itu tercatat sebagai protes politik paling radikal terhadap rezim Diem selama perang Vietnam. Aksi biksu membakar diri atau “The Burning Monk: 1963, Karya Fotografer Browne kemudian dianggap sebagai titik balik dalam krisis Buddha di Vietnam dan berperan penting dalam menggulingkan rezim.

Karya Foto The Burning Monk itu, selain membuat Malcolm Browne mendapatkan penghargaan jurnalistik dari Pulitzer, juga memicu datangnya gelombang simpati terhadap biksu-biksu di Vietnam serta desakan terhadap rezim Diem pun datang dari segala penjuru dunia. 

Sejumlah biksu Vietnam lainnya mengikuti jejak Biksu Kwong Duuk dengan membakar diri setelah tekanan terhadap mereka semakin gencar. Bentuk perlawan heroisme itu kemudian ditiru oleh sejumlah penentang perang Vietnam di Amerika Serikat beberapa tahun kemudian.

Malcolm Wilde Browne, pria kelahiran New York City, (17 April 1931) itu merupakan seorang jurnalis dan fotografer Amerika, pemenang penghargaan Pulitzer pada tahun 1963. Penghargaan tersebut diperolehnya melalui karya foto jurnalistik yang memperlihatkan biksu Buddha Tich Kwong Duuk yang membakar dirinya sebagai bentuk protes terhadap perang Vietnam yang berkecamuk pada tahun 1963.

Sepanjang hidupnya, Browne dibesarkan di New York City. Ibunya adalah seorang Quaker atau Religious Society of Friends, suatu kelompok Kristen Protestan, yang muncul pada abad ke-17 di Inggris. Ibu Browne sendiri adalah seorang yang sangat anti-perang. Sedangkan ayahnya adalah seorang Katolik Roma, berprofesi arsitek. Browne meninggal akibat komplikasi penyakit Parkinson pada umur 81 tahun, tepatnya pada hari Senin, 27 Agustus 2012.

Halaman:

Editor: Yohanes Marto

Tags

Terkini

Sejarah dan daftar negara anggota G20

Selasa, 15 November 2022 | 13:49 WIB

Konferensi P20 Menambah Optimisme Baru

Kamis, 6 Oktober 2022 | 17:00 WIB
X